Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

nikmatullah – Buka laci kosmetik kamu sekarang. Berapa banyak bedak, lipstik, serum, dan krim yang isinya masih setengah tapi sudah tidak dipakai karena beli yang baru? Kalau ada 5 sampai 10 produk begitu, kamu tidak sendiri. Rata-rata perempuan Indonesia punya 15 sampai 20 produk skincare dan kosmetik, tapi yang dipakai rutin cuma 6 sampai 8.

Di TikTok minggu ini, tren hit the pan lagi naik bersamaan dengan tren Underconsumption Core. Hit the pan artinya memakai produk kosmetik sampai dasar kemasannya terlihat, sampai cekungan di tengah bedak muncul. Video bedak yang sudah cekung, lipstik yang sudah mentok, dan serum yang sudah tetes terakhir ditonton jutaan kali dengan caption “bangga bisa habisin”. Tujuannya bukan pelit, tapi cara mengurangi belanja kosmetik yang sering kebablasan tanpa merasa ketinggalan tren.

Kenapa belanja skincare dan kosmetik gampang kebablasan

Ada 3 alasan utama:

  • Pertama, iklan dan review yang terus muncul. Tiap minggu ada serum baru yang diklaim bisa bikin glowing dalam 7 hari, bedak baru yang diklaim anti luntur 24 jam. Algoritma TikTok dan Instagram membuat kita merasa kalau tidak beli, kita ketinggalan dan kulit akan rusak.
  • Kedua, takut tidak cocok jadi beli banyak sebagai cadangan. Banyak yang beli 2 moisturizer sekaligus karena takut yang satu tidak cocok. Akhirnya yang satu dipakai, yang satu nganggur di laci sampai kadaluarsa.
  • Ketiga, harga yang terlihat murah tapi kalau dikumpulkan jadi besar. Serum 50 ribu terlihat murah, tapi kalau beli 4 serum berbeda dalam sebulan jadi 200 ribu. Dalam setahun bisa 2,4 juta hanya untuk serum yang tidak semuanya habis.

Di tengah harga pangan yang naik dan gaji yang stagnan seperti kondisi 2026 sekarang, pengeluaran kosmetik yang tidak terkontrol bisa menggerus tabungan tanpa disadari.

Apa itu hit the pan dan kenapa bikin puas?

Hit the pan awalnya istilah dari komunitas makeup di luar negeri. Pan adalah wadah logam di dalam bedak atau eyeshadow. Kalau bedak sudah dipakai terus sampai dasar logamnya terlihat, itu disebut hit the pan. Tanda produk benar-benar dipakai sampai habis, bukan cuma dibuka, swatch, lalu disimpan.

Kenapa tren ini bikin puas? Karena ada rasa pencapaian. Sama seperti menghabiskan buku atau menghabiskan makanan tanpa sisa, menghabiskan kosmetik sampai dasar memberikan rasa “saya berhasil memakai uang saya dengan maksimal, tidak ada yang terbuang”.

Selain itu, hit the pan membantu kita kenal produk mana yang benar-benar cocok. Kalau 1 bedak bisa dipakai sampai pan dalam 4 bulan, artinya bedak itu memang cocok dan dipakai tiap hari. Kalau 1 lipstik baru dipakai 3 kali lalu ditinggal, artinya warnanya tidak cocok dan tidak perlu beli warna serupa lagi.

5 cara kurangi belanja tanpa merasa ketinggalan, pakai metode hit the pan

1. Inventaris dulu, jangan langsung beli

Keluarkan semua skincare dan kosmetik yang ada di laci, di tas, dan di kamar mandi. Susun di meja. Tulis di notes HP: nama produk, tanggal beli, dan sisa isinya.

Biasanya kita kaget ternyata punya 3 sunscreen yang isinya masih setengah, 2 bedak yang warnanya mirip, dan 4 lipstik merah yang hampir sama.

Setelah inventaris, buat aturan: tidak beli baru sebelum ada yang habis. Kecuali sunscreen, ini produk yang memang harus selalu ada dan tidak boleh kosong karena dipakai tiap hari.

2. Pakai sistem one in one out

Aturan sederhana: kalau mau beli 1 produk baru, harus ada 1 produk lama yang habis dulu. Mau beli serum baru yang viral? Habiskan dulu 1 serum yang ada di rumah sampai tetes terakhir.

Sistem ini memaksa kita untuk benar-benar menghabiskan, bukan menumpuk. Kalau serum lama sudah dipakai 2 bulan dan belum habis, tahan dulu keinginan beli yang baru. Tunda 7 hari. Biasanya setelah 7 hari keinginan beli hilang karena sadar masih punya stok.

3. Catat tanggal habis untuk tahu boros atau irit

Tiap produk yang dibuka, tulis tanggal buka di tutupnya pakai spidol. Misalnya serum dibuka 1 November. Nanti saat habis tanggal 20 Desember, kamu tahu 1 botol dipakai 50 hari.

Dari situ kamu bisa hitung biaya per hari. Serum 100 ribu dipakai 50 hari berarti 2 ribu per hari. Kalau kamu pakai 3 serum sekaligus, biaya 6 ribu per hari hanya untuk serum.

Catatan ini membantu kamu pilih produk mana yang worth it untuk dibeli ulang dan mana yang tidak. Produk yang cepat habis karena dipakai rutin biasanya memang cocok. Produk yang lama habis karena jarang dipakai mungkin tidak perlu dibeli lagi.

4. Bedakan kebutuhan dan keinginan dengan tes 3 hari

Skincare kebutuhan dasar itu cuma 3: pembersih, pelembap, dan sunscreen. Selebihnya seperti serum vitamin C, retinol, atau masker adalah tambahan yang boleh ada tapi tidak wajib tiap hari.

Saat lihat produk baru yang viral, tanya 3 hal dan tunda 3 hari: apakah saya punya produk dengan fungsi sama di rumah, apakah kulit saya memang butuh ini sekarang, dan apakah saya akan pakai ini minimal 4 kali seminggu.

Tulis jawabannya di notes dan tunggu 3 hari. Kalau setelah 3 hari masih merasa butuh dan produk serupa di rumah sudah mau habis, baru beli. Kalau tidak, skip.

Cara ini mengurangi pembelian impulsif yang biasanya terjadi karena lihat review 1 menit di TikTok.

5. Rotasi bukan menumpuk

Kalau punya 2 bedak dengan warna mirip, jangan pakai 2-duanya bergantian tiap hari sampai tidak ada yang habis. Pilih 1 yang jadi favorit, pakai sampai hit the pan. Yang satunya simpan atau kasih ke saudara yang cocok.

Untuk skincare, jangan pakai 3 serum sekaligus dalam 1 malam karena ingin cepat habis. Pakai sesuai anjuran, 1 atau 2 serum saja. Kalau ingin habiskan yang lama, pakai yang lama di pagi hari, yang baru di malam hari, sampai yang lama habis.

Cara tetap update tren tanpa harus beli terus

Hit the pan bukan berarti anti tren atau tidak boleh coba produk baru sama sekali. Kamu tetap bisa update dengan cara:

– Tukar review dengan teman, bukan tukar produk. Daripada beli produk baru yang belum tentu cocok, tanya teman yang sudah pakai bagaimana hasilnya di kulitnya.
– Ikut sample atau ukuran kecil dulu. Banyak brand sekarang jual ukuran 10 ml atau sachet. Coba ukuran kecil dulu 2 minggu, kalau cocok baru beli ukuran besar.
– Pakai wishlist 30 hari. Setiap ada produk yang ingin dibeli, masukkan ke wishlist dan beri tanggal. Setelah 30 hari, lihat lagi wishlist itu. Biasanya dari 10 produk, hanya 2 yang masih diinginkan.

Dengan metode hit the pan, pengeluaran kosmetik bisa turun 40 sampai 60 persen tanpa kulit jadi rusak atau penampilan jadi ketinggalan. Karena yang dikurangi adalah produk yang menumpuk dan tidak dipakai, bukan produk kebutuhan dasar.

Coba cek malam ini, ada produk apa di laci kamu yang sudah hampir habis dan bisa kamu habiskan sampai dasar minggu ini? Mulai dari 1 produk dulu, rasakan puasnya bisa hit the pan sampai terlihat dasar kemasannya.