Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

nikmatullah – Scroll TikTok 2026, kamu tidak lagi lihat video unboxing 10 paket sehari. Yang ramai justru video orang tepuk-tepuk dasar botol bedak yang sudah kosong, korek-korek lipstik sampai habis, dan pamer lemari yang isinya cuma 20 baju tapi dipakai semua.

Tren ini namanya hit the pan dan underconsumption core. Hit the pan artinya pakai produk sampai terlihat dasar wadahnya, sampai habis benar-benar. Underconsumption core artinya hidup dengan konsumsi yang lebih sedikit, pakai yang ada, beli hanya yang perlu.

Dua tren ini jadi penyelamat dompet pekerja di tengah biaya hidup naik 10 sampai 20 persen dan gaji naik hanya 4 sampai 6 persen. Bukan karena pelit, tapi karena sadar banyak uang habis untuk barang yang tidak dipakai sampai habis.

Kenapa dulu suka beli banyak, sekarang pakai sampai habis?

Selama 2020 sampai 2024, budaya belanja didorong algoritma. Lihat review 1 menit, langsung checkout. Satu serum belum habis, sudah beli serum baru karena lihat iklan glowing dalam 7 hari. Satu baju masih bagus, sudah beli baju baru karena warna tahun ini.

Akibatnya lemari penuh, laci penuh, tapi yang dipakai cuma 30 persen. Sisanya mengendap, kadaluarsa, atau lupa ada.

Tahun 2026 banyak pekerja mulai hitung. Misal punya 5 bedak, masing-masing harga 80 ribu, total 400 ribu. Kalau 1 bedak dipakai 4 bulan baru habis, 5 bedak butuh 20 bulan baru habis. Selama 20 bulan itu uang 400 ribu mengendap di laci, tidak muter. Padahal 400 ribu itu bisa untuk servis motor, bayar kos, atau tabungan darurat.

Setelah sadar itu, banyak yang pindah mindset: tidak beli baru sebelum yang lama habis sampai pan. Satu habis, baru beli satu.

3 keuntungan nyata hit the pan untuk keuangan dan mental

1. Hemat 300 ribu sampai 800 ribu per bulan tanpa merasa sengsara

Coba hitung pengeluaran tersier yang sering tidak sampai habis: skincare 3 produk baru tiap bulan 200 ribu, baju 1 sampai 2 tiap bulan 150 ribu, kopi sachet premium atau minuman boba 300 ribu, perintilan dapur viral 100 ribu. Total bisa 750 ribu sebulan yang sebagian tidak habis dipakai.

Dengan hit the pan, kamu paksa diri pakai yang ada dulu. Bulan ini tidak beli skincare karena masih ada 2 serum setengah botol. Hemat 200 ribu. Tidak beli baju karena 20 baju di lemari masih bagus semua. Hemat 150 ribu. Dalam 3 bulan sudah hemat 1 jutaan tanpa harus hidup menderita, hanya pakai yang sudah dibeli.

2. Lemari dan rumah jadi rapi, pikiran lebih tenang

Penumpukan barang bikin rumah terlihat sempit dan pikiran berat. Tiap buka lemari lihat 30 baju berantakan, jadi stres mau pakai yang mana. Tiap buka laci lihat 10 lipstik yang ujungnya sudah kering, jadi rasa bersalah karena mubazir.

Dengan underconsumption core, kamu hanya simpan yang dipakai. Sisanya dijual atau disumbang. Lemari isi 20 baju yang semuanya muat, rapi, dan dipakai bergantian. Laci isi 3 skincare yang dipakai tiap hari sampai habis. Rumah lebih lega, waktu cari barang lebih cepat 10 menit tiap pagi.

Banyak yang cerita setelah declutter, waktu beres-beres rumah turun dari 2 jam jadi 45 menit. Waktu 1 jam lebih itu bisa dipakai untuk istirahat atau side hustle.

3. Kulit dan tubuh lebih sehat karena tidak gonta-ganti

Dokter kulit dan dokter gizi sering bilang masalah jerawat dan masalah pencernaan sering muncul karena terlalu banyak coba produk baru. Hari ini pakai serum A, 3 hari kemudian pakai serum B, kulit bingung dan iritasi.

Dengan hit the pan, kamu pakai 1 produk yang cocok selama 3 sampai 4 bulan sampai habis. Kulit punya waktu adaptasi. Tubuh juga sama, tidak tiap minggu coba diet baru atau suplemen baru. Hasilnya lebih stabil dan tidak buang uang untuk berobat karena iritasi.

Cara mulai hit the pan 30 hari untuk pemula tanpa pusing

Kamu tidak perlu langsung buang semua barang. Mulai dari 1 kategori saja.

Langkah 1: Pilih kategori paling boros

Cek mutasi rekening 1 bulan. Kategori mana paling banyak transaksi kecil 20 ribu sampai 100 ribu? Biasanya skincare, kopi, atau baju. Pilih 1 kategori itu untuk tantangan 30 hari.

Langkah 2: Inventaris apa yang masih ada

Keluarkan semua produk di kategori itu. Misal skincare, keluarkan semua: ada pembersih 2 botol, toner 1 botol setengah, serum 3 botol sisa sepertiga, pelembap 1 hampir habis, sunscreen 1 baru. Foto dan tulis tanggal beli kalau ingat.

Susun dari yang paling sedikit isinya. Itu yang harus dihabiskan dulu.

Langkah 3: Buat aturan pakai sampai habis

Aturan sederhana: tidak boleh beli produk baru di kategori itu selama 30 hari sampai ada 2 produk yang hit the pan atau habis total. Kalau ada yang habis, baru boleh beli 1 pengganti, bukan 3.

Untuk baju, aturannya: tidak boleh beli baju baru selama 30 hari, harus pakai semua baju yang ada minimal 1 kali. Baju yang 30 hari tidak dipakai sama sekali, masukkan ke kantong untuk dijual atau disumbang minggu depan.

Langkah 4: Dokumentasikan biar semangat

Banyak yang berhasil karena dokumentasikan di HP. Foto dasar bedak yang sudah terlihat pan, video korek lipstik dengan cotton bud sampai habis. Posting di close friend atau grup kecil. Ada rasa bangga lihat progres habis, bukan bangga lihat banyaknya barang baru.

Langkah 5: Hitung uang yang berhasil diselamatkan

Tiap berhasil habiskan 1 produk tanpa beli baru, tulis harga produk itu sebagai uang diselamatkan. Misal habiskan serum harga 90 ribu, tulis hemat 90 ribu karena tidak beli serum baru bulan ini. Pindahkan uang itu ke rekening tabungan darurat hari itu juga.

Setelah 30 hari, biasanya kamu akan kaget sudah hemat 200 ribu sampai 500 ribu hanya dari 1 kategori.

Underconsumption core bukan berarti hidup miskin

Salah paham tentang tren ini adalah dianggap hidup miskin, tidak boleh senang-senang. Padahal intinya adalah konsumsi sadar.

Kamu tetap boleh beli barang baru, tapi dengan 3 pertanyaan: apakah saya butuh ini dalam 7 hari ke depan, apakah saya punya yang serupa yang masih bisa dipakai, dan apakah saya punya uangnya tanpa harus ngutang.

Kalau 3 jawabannya ya, butuh, tidak punya serupa, dan ada uangnya, beli. Kalau tidak, tunda 7 hari. 80 persen keinginan hilang setelah 7 hari karena ternyata hanya terpengaruh iklan.

Underconsumption core juga mengajarkan rawat barang agar awet. Sepatu dijahit dulu sebelum beli baru, baju disobek kecil dijahit, botol skincare dibalik biar keluar semua isinya. Perilaku ini yang dulu dilakukan orang tua kita, sekarang jadi tren lagi karena memang hemat dan tidak mubazir.

Di tengah keresahan ekonomi 2026, hit the pan dan underconsumption core bukan sekadar konten estetik. Ini cara pekerja biasa bertahan dengan gaji yang naiknya pelan, tapi harga naik cepat. Pakai sampai habis, beli seperlunya, uang sisa untuk hal yang lebih penting seperti tabungan darurat dan kesehatan.