Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

nikmatullah – Punya warung kecil di depan rumah tapi pembeli sepi karena ada minimarket baru itu rasanya nyesek. Stok numpuk, modal ketahan, sementara tetangga sebelah belanja online semua. Padahal 5 barang yang ada di warung kamu sekarang itu laku banget kalau dijual online, dengan untung 2 ribu per pcs yang kalau dikumpulkan bisa jadi 60 sampai 100 ribu sehari tanpa harus nunggu orang lewat depan warung.

Kuncinya bukan jual semua barang warung secara online, tapi pilih 5 barang yang ringan, tidak mudah pecah, dan dicari orang untuk beli dalam jumlah banyak. Barang-barang ini biasanya tidak ada di minimarket dengan harga murah, jadi orang lebih suka cari di toko online kecil seperti kamu.

1. Kopi renteng dan minuman sachet

Ini juara pertama. Kopi kapal api, good day, torabika, dan pop ice rentengan. Di warung kamu jual 2 ribu per sachet, di online kamu bisa jual 1 renteng isi 10 dengan harga 22 ribu. Untung 2 ribu per renteng, tapi orang beli tidak cuma 1 renteng. Biasanya orang kos atau ibu rumah tangga beli 5 sampai 10 renteng sekaligus untuk stok seminggu.

Kenapa laku online? Karena di minimarket harganya lebih mahal 500 per sachet dan tidak dijual rentengan. Di online, pembeli bisa beli campur rasa. Misal 2 renteng kopi hitam, 2 renteng kopi susu, 1 renteng pop ice coklat. Buat paket 5 renteng campur seharga 110 ribu. Foto produknya jangan cuma bungkusnya saja, foto saat rentengan digantung di warung, itu lebih menarik karena terlihat real stok warung, bukan stok gudang.

Modal awalnya kecil, 10 renteng kopi campur cuma 200 ribu. Dengan untung 2 ribu per renteng, kalau laku 20 renteng sehari sudah 40 ribu. Bungkusnya juga gampang, cukup plastik bening besar dan lakban, tidak perlu bubble wrap tebal.

2. Mie instan dan bumbu dapur sachet

Mie goreng dan mie kuah, plus bumbu racik seperti racik sayur asem, racik ikan goreng, dan masako sachet. Mie di warung untungnya tipis, cuma 500 perak, tapi kalau dijual online dalam paketan, untungnya bisa 2 ribu per pcs.

Buat paket hemat kos 10 mie campur plus 5 bumbu racik seharga 45 ribu. Modalnya sekitar 35 ribu, untung 10 ribu per paket atau 2 ribu per item kalau dirata-rata. Paket seperti ini laku keras di tanggal tua, karena anak kos cari yang praktis dan murah ongkir.

Bumbu racik sachet juga ringan dan tidak akan pecah di perjalanan. Orang yang tinggal di apartemen atau kos yang tidak ada warung dekat suka beli bumbu racik online karena di supermarket harganya 2 kali lipat. Satu bumbu racik di warung 3 ribu, di online bisa jual 5 ribu kalau sudah digabung dalam paket.

Tips packing, mie jangan dipacking terlalu padat sampai hancur. Tata 5 mie di bawah, 5 mie di atas, ganjal dengan 2 kardus tipis biar tidak penyok. Tulis di deskripsi toko, mie tidak akan dikirim yang penyok, kalau penyok bisa retur.

3. Sabun dan shampo sachet

Biore, lifebuoy, sunsilk, pantene sachet. Ini barang yang selalu dicari karena habisnya cepat. Di warung kamu jual 1 ribu per sachet, di online jual 1 renteng isi 12 seharga 14 ribu. Untung 2 ribu per renteng. Tapi jangan jual sachet satuan secara online, tidak nutup ongkir. Jual minimal rentengan.

Paket yang laku adalah paket mandi hemat isi 3 renteng shampo, 2 renteng sabun, 1 renteng pewangi pakaian seharga 85 ribu. Ibu-ibu muda yang punya bayi suka paket seperti ini karena bisa stok 1 bulan tanpa harus ke warung tiap hari.

Sabun dan shampo sachet juga tidak takut bocor kalau di-packing dengan plastik klip. Beda dengan sabun cair botol yang sering bocor di ekspedisi. Jadi resiko retur kecil. Foto produknya usahakan pakai foto rentengan yang masih baru, bukan yang sudah kena debu warung. Lap dulu pakai tisu biar mengkilap.

4. Jajanan anak 500 dan 1000-an

Taro, potabee kecil, beng-beng, gery, dan permen. Ini yang paling laku kalau target pembelinya ibu-ibu yang punya anak kecil atau yang jualan lagi di kantin sekolah.

Di warung kamu jual 1 ribu, di online kamu jual paketan 20 pcs campur seharga 24 ribu. Untungnya 4 ribu per paket atau 2 ribu per 10 pcs kalau dihitung rata-rata. Tapi kekuatannya di volume. Satu pembeli bisa beli 50 sampai 100 pcs untuk acara ulang tahun anak atau untuk dijual lagi.

Jajanan 500 dan 1000-an juga ringan dan tidak mudah basi dalam 1 minggu perjalanan. Hindari jualan jajanan yang coklatnya mudah meleleh seperti silverqueen kecil kalau tidak punya bubble wrap aluminium foil. Fokus ke snack yang kemasannya kuat seperti taro dan potabee.

Buat judul tokonya yang menarik, misal paket 50 jajanan anak untuk ulang tahun, bukan sekadar jual taro 1 pcs. Orang lebih suka beli paket daripada beli satuan. Di deskripsi tulis tanggal kadaluarsanya masih lama minimal 4 bulan, biar pembeli yakin.

5. Tisu dan plastik sampah roll

Ini barang yang sering dilupakan padahal untungnya stabil 2 ribu per roll. Tisu dapur, tisu 250 lembar, plastik sampah roll hitam, dan plastik klip makanan.

Di warung tisu 250 lembar harganya 12 ribu, di online bisa jual 14 ribu plus digabung dengan barang lain jadi ongkirnya sharing. Pembeli kos dan rumah tangga beli tisu tidak pernah 1, pasti 3 sampai 5 pack sekaligus. Plastik sampah roll juga sama, 1 roll di warung 10 ribu, online 12 ribu, tapi orang beli 3 roll sekaligus.

Kenapa 2 barang ini laku? Karena di minimarket harganya mahal 5 ribu lebih dan tidak ada yang jual plastik sampah roll kecil yang murah. Di online, orang bisa beli tanpa malu dan tanpa harus jalan ke warung.

Modal untuk 2 barang ini sekitar 150 ribu untuk 10 tisu dan 10 plastik roll. Packingnya gampang, cukup dilakban jadi satu, tidak perlu kardus tebal. Tidak takut pecah dan tidak takut basi, jadi paling aman buat pemula yang baru mulai jualan online dari warung.

Cara mulai jual barang warung online tanpa ganggu warung offline

Jangan langsung bikin toko online dengan 50 produk. Mulai dari 5 barang ini dulu, masing-masing stok 10 renteng atau 10 pack. Foto pakai hp di depan warung pas pagi hari cahaya terang. Upload di Shopee dan TikTok Shop dengan judul paket hemat.

Atur jam online-nya, misal jam 8 sampai jam 11 siang setelah pembeli warung sepi, kamu packing pesanan online. Jam 2 siang ke atas kamu antar ke agen ekspedisi terdekat. Dengan 5 barang ini, kalau masing-masing laku 10 pcs sehari, untung bersih 2 ribu kali 50 pcs sudah 100 ribu sehari. Itu sudah sama dengan untung warung offline seharian, tapi tanpa harus nunggu orang lewat.