Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

nikmatullah- Kerja remote dari rumah subsidi memiliki tantangan yang tidak dirasakan oleh pekerja yang tinggal di apartemen atau rumah besar. Luas terbatas, sekat ruang hampir tidak ada, suara dari ruang sebelah terdengar jelas, dan meja makan sering merangkap menjadi meja kerja. Jika tidak ditata dengan sengaja, rasa kantuk akan datang lebih cepat karena otak menganggap rumah adalah tempat istirahat, bukan tempat kerja.

Banyak yang berpikir butuh renovasi besar atau membeli furniture mahal untuk membuat sudut kerja yang nyaman. Padahal yang dibutuhkan bukan luas tambahan, melainkan pembatas visual dan rutinitas yang jelas antara mode kerja dan mode rumah.

1. Pilih Sudut Yang Punya Cahaya Alami, Bukan Sudut Sisa

Kesalahan paling umum adalah menempatkan meja kerja di sudut paling gelap yang tersisa karena semua ruang sudah terisi tempat tidur dan lemari. Sudut gelap membuat mata cepat lelah dan tubuh mengirim sinyal untuk tidur.

Di rumah subsidi dengan ukuran 36 atau 60, cari dinding yang paling dekat dengan jendela. Bahkan jika jendela tersebut menghadap ke jemuran, cahaya yang masuk tetap lebih baik daripada cahaya lampu saja. Meja kerja idealnya berada di samping jendela, bukan di depan jendela yang membuat silau layar, dan bukan membelakangi jendela yang membuat bayangan menutupi meja.

Jika hanya ada satu jendela di ruang tamu, manfaatkan area di sebelahnya. Geser sofa sedikit ke tengah agar ada jarak 60 sampai 70 sentimeter untuk meja lipat kecil. Jarak ini sudah cukup untuk satu kursi dan satu meja kerja berukuran 80×40 sentimeter. Dengan posisi ini, kamu mendapatkan cahaya alami dari jam 8 sampai jam 11 pagi yang sangat membantu menjaga fokus.

Untuk rumah yang jendelanya menghadap barat dan terik pada siang hari, tambahkan tirai tipis berwarna putih. Tirai tipis menyaring panas tetapi tetap membiarkan cahaya masuk, sehingga ruangan tidak menjadi gelap total.

2. Buat Batas Visual Dengan Karpet Kecil dan Lampu Fokus

Otak membutuhkan sinyal untuk membedakan kapan sedang bekerja dan kapan sedang di rumah. Di kantor, sinyal tersebut berupa gedung, seragam, dan meja yang berbeda. Di rumah subsidi, sinyal tersebut harus dibuat sendiri.

Cara paling murah adalah menggunakan karpet kecil berukuran 100×150 sentimeter di bawah meja kerja. Saat kaki menginjak karpet tersebut, otak mulai mengasosiasikan bahwa ini adalah area kerja. Saat keluar dari karpet, artinya jam kerja selesai. Metode ini terlihat sederhana tetapi sangat efektif untuk mencegah rasa ingin rebahan terus menerus.

Selain karpet, gunakan lampu yang berbeda untuk kerja dan untuk santai. Lampu utama rumah subsidi biasanya berwarna putih kekuningan yang menyebar ke seluruh ruangan dan memberi kesan santai. Tambahkan satu lampu meja dengan cahaya putih terang yang hanya dinyalakan saat bekerja. Ketika lampu meja menyala, itu tanda bahwa mode kerja aktif. Ketika lampu meja dimatikan, otak tahu bahwa waktu kerja sudah selesai. Lampu meja dengan harga 80 sampai 150 ribu sudah cukup, tidak perlu yang mahal.

Jika memungkinkan, tambahkan satu sekat ringan seperti rak terbuka tinggi 120 sentimeter di samping meja. Rak tersebut berfungsi sebagai pembatas visual antara area kerja dan area tempat tidur. Tidak perlu sekat permanen yang memakan biaya. Rak terbuka juga bisa digunakan untuk menyimpan buku, tempat minum, dan peralatan kerja sehingga meja tetap bersih.

3. Atur Tinggi Meja dan Kursi Agar Tidak Cepat Pegal

Banyak pekerja remote di rumah subsidi menggunakan kursi makan plastik dan meja makan sebagai meja kerja. Dalam satu jam pertama masih nyaman, tetapi setelah dua jam punggung mulai sakit dan rasa kantuk muncul karena tubuh tidak nyaman.

Tinggi meja kerja yang ideal adalah ketika siku membentuk sudut 90 derajat saat mengetik. Jika meja terlalu tinggi, bahu akan terangkat dan cepat pegal. Jika meja terlalu rendah, punggung akan membungkuk. Untuk menyiasatinya, gunakan kursi yang bisa diatur tingginya atau tambahkan bantal duduk agar posisi siku pas.

Jika hanya ada kursi plastik, tambahkan bantal kecil di bagian punggung bawah. Bantal ini menjaga punggung tetap tegak. Selain itu, pastikan kaki menapak lantai dengan sempurna, tidak menggantung. Jika kaki menggantung, peredaran darah terhambat dan rasa kantuk lebih cepat datang.

Atur juga posisi layar laptop. Layar yang terlalu rendah membuat leher menunduk terus menerus. Tumpuk beberapa buku di bawah laptop agar bagian atas layar sejajar dengan mata. Kemudian gunakan keyboard dan mouse eksternal yang murah agar pergelangan tangan tidak sakit. Investasi untuk tatakan laptop dan keyboard eksternal di bawah 200 ribu akan sangat terasa manfaatnya setelah pemakaian satu minggu.

4. Buat Aturan Suara dan Waktu Agar Tidak Terganggu

Rumah subsidi memiliki dinding yang tipis, suara dari rumah sebelah dan dari ruang tamu sendiri sangat terdengar. Anak bermain, televisi menyala, atau tetangga memutar musik bisa mengganggu konsentrasi.

Buat kesepakatan dengan anggota keluarga tentang jam fokus. Misalnya jam 9 sampai jam 12 adalah jam fokus tanpa mengobrol di dekat meja kerja. Gunakan headset dengan peredam suara sederhana, tidak perlu yang mahal, yang penting bisa mengurangi suara latar. Putar suara white noise atau suara hujan dengan volume kecil untuk menutupi suara tetangga.

Selain aturan suara, buat aturan waktu kerja yang jelas. Kerja remote sering membuat batas antara kerja dan istirahat menjadi kabur. Karena meja kerja berada di dalam rumah, ada godaan untuk bekerja terus sampai malam atau sebaliknya rebahan terus dari pagi. Tentukan jam mulai dan jam selesai yang konsisten. Misal mulai jam 8.30 setelah beres-beres rumah, selesai jam 16.30. Setelah jam tersebut, matikan lampu meja, gulung karpet kerja jika perlu, dan pindahkan laptop dari meja. Ritual kecil ini memberi sinyal kepada tubuh bahwa hari kerja sudah selesai.

Tambahkan juga kebiasaan jalan kaki 5 menit setiap 90 menit. Di rumah subsidi, cukup berjalan dari depan rumah ke belakang rumah, melihat tanaman, atau membeli air galon. Gerakan singkat ini mencegah rasa kantuk yang muncul karena duduk terlalu lama di posisi yang sama.

Sudut kerja yang nyaman di rumah subsidi tidak membutuhkan ruangan tambahan atau biaya besar. Yang dibutuhkan adalah cahaya alami di samping meja, batas visual berupa karpet kecil dan lampu fokus, posisi duduk yang tidak membuat pegal, serta aturan suara dan waktu yang disepakati bersama keluarga. Dengan empat hal tersebut, meja lipat kecil di samping jendela bisa menjadi tempat kerja yang membuat betah seharian tanpa rasa ngantuk yang berlebihan.