Inspirasi Pengembangan Diri & Kedamaian Hati

Burnout Karena Pekerjaan? 3 Cara Pulih Tanpa Harus Buru-buru Resign

Burnout Karena Pekerjaan? 3 Cara Pulih Tanpa Harus Buru-buru Resign (Sumber foto: ANTONI SHKRABA production via Pexels)
Burnout Karena Pekerjaan? 3 Cara Pulih Tanpa Harus Buru-buru Resign (Sumber foto: ANTONI SHKRABA production via Pexels)

Siapa disini yang sering mengeluhkan lelah terus? Padahal istirahat sudah cukup bahkan minum kopi sudah sampai dua gelas setiap pagi, tapi saat mau berangkat ataupun memulai pekerjaan rasanya berat banget. Kalau kamu ngerasain ini, mungkin ini bukan capek biasa tapi bisa jadi burnout.

Burnout bisa terjadi bukan karena seseorang manja ataupun karena kurang bersyukur. Gejala ini bisa terjadi akibat kelelahan yang luar biasa dari segi fisik dan mental akibat tuntutan pekerjaan yang terlalu banyak, akibatnya banyak orang ketika burnout memilih untuk menunda pekerjaannya sampai tidak terasa banyak pekerjaan yang menumpuk.

WHO sendiri menjelaskan bahwa burnout itu ada tiga tanda utama: sering merasa lelah, mudah tersinggung dan menjaga jarak dari pekerjaan seperti sering menunda pekerjaan dan merasa sudah tidak sanggup lagi.

Tanda Burnout yang Sering Dianggap Sepele

Tanda seseorang sedang mengalami burnout yaitu sering merasakan kelelahan yang berlebihan walau sudah istirahat cukup, misalnya bangun tidur belum melakukan aktivitas sama sekali juga sudah merasakan kelelahan. Bahkan ketika weekend sudah rebahan seharian, tidak melakukan aktivitas berat pun tapi hari senin saat hendak pergi bekerja merasa berat.

Orang yang sedang mengalami burnout juga mudah marah dan tersinggung hanya karena masalah yang sepele, bahkan mereka seringkali salah paham dengan orang lain sehingga perilakunya dapat menyebabkan renggangnya hubungan pertemanan.

Cara Mengatasi Burnout Tanpa Harus Langsung Resign

1. Bikin Batas Tegas Antara Kerja dan Hidup Pribadi

Hal yang paling sederhana untuk mengatasi burnout yaitu cobalah untuk mengatur waktu, misalnya sesudah sampai rumah jangan bawa masalah pekerjaan. Pekerjaan hanya perlu dipikirkan dan dikerjakan di tempat kerja, rumah adalah tempat untuk istirahat.

Sesampai rumah matikan notifikasi email kerja ataupun mute grup kantor. Di rumah kamu hanya perlu mengistirahatkan tubuh dari tuntutan pekerjaan, kalaupun memang sedang mengalami kendala pekerjaan dan tidak bisa berhenti memikirkannya segera hubungi rekan kerja agar kendala bisa teratasi bersama.

2. Stop kejar libur panjang

Banyak orang berpikir bahwa obat burnout adalah pergi liburan ataupun jalan-jalan ke tempat yang lokasinya jauh, padahal di daerah sekitar banyak sekali tempat liburan yang tidak kalah seru dan indah namun beberapa orang lebih memilih untuk melakukan perjalanan jauh.

Akibatnya waktu liburan yang harusnya untuk menenangkan diri dari segala pekerjaan, malah dihabiskan hanya untuk perjalanan pulang dan pergi. Sehingga hal itu bisa membuat tubuh semakin terasa lelah dan ketika hari libur sudah selesai, mereka terus merasa kurang. Sebenarnya yang kamu butuh bukan cuma libur, tapi pemulihan yang berkualitas.

3. Berani berbicara
Burnout bisa semakin parah jika seseorang hanya diam dan tidak berani berbicara saat mereka mengalami suatu permasalahan, cobalah memberanikan diri untuk mengungkapkannya jangan takut jika nanti dimarahi ataupun dianggap tidak bisa. Terkadang pikiran memang dapat menakut-nakuti diri sendiri.

Tips supaya perkataan kamu bisa didengarkan oleh orang lain yaitu susunlah kalimat dengan sopan dan jelas, meskipun kamu sedang lelah ataupun kesal karena suatu hambatan dalam berkerja jika berkomunikasi usahakan tetap menggunakan bahasa yang sopan.

Burnout yang kamu alami bukan tanda kamu lemah, kamu hanya mengalami kelelahan dan sedang membutuhkan istirahat cukup agar energi bisa kembali penuh. Saat burnout jangan tergesa-gesa untuk mengajukan permohonan resign, cobalah ingat kembali alasan apa untuk kamu berkerja dan jika resign mau melakukan apa. Semuanya harus dipertimbangkan dan terkadang resign bukan solusi untuk mengatasi burnout.