nikmatullah – Hampir semua rumah sekarang pakai listrik token atau listrik prabayar. Keluhannya sama: baru isi Rp 100.000, beberapa hari sudah bunyi tit-tit minta isi lagi. Padahal pemakaian terasa biasa saja. Listrik token yang cepat habis biasanya bukan karena ada yang mencuri listrik, tapi karena ada beberapa peralatan dan kebiasaan kecil yang menyedot daya diam-diam tanpa disadari. Berikut 6 penyebab paling sering dan cara hemat listrik yang bisa langsung dipraktekkan.
1. Kulkas Terlalu Rapat ke Dinding dan Karet Pintu Longgar
Kulkas adalah satu-satunya alat yang menyala 24 jam nonstop, jadi jika ada masalah sedikit saja, dampaknya langsung ke token. Penyebab paling sering adalah posisi kulkas yang menempel ke dinding. Kulkas butuh sirkulasi udara di belakang untuk membuang panas dari kondensor. Jika terlalu rapat, mesin kompresor harus bekerja dua kali lebih keras dan listrik jadi boros.
Penyebab kedua adalah karet pintu kulkas yang sudah longgar atau sering dibuka tutup terlalu lama. Coba tes dengan menyelipkan kertas di pintu kulkas, jika kertas mudah jatuh, berarti karet sudah tidak rapat. Udara dingin keluar terus dan kulkas akan terus mendinginkan.
Cara hemat: Beri jarak minimal 15 cm dari dinding belakang dan samping. Atur suhu kulkas di angka 3-4 derajat, bukan yang paling dingin, dan suhu freezer -15 derajat sudah cukup. Jangan masukkan makanan panas langsung ke kulkas dan pastikan tutup rapat setiap kali ambil makanan.
2. AC dan Kipas Angin Tidak Pernah Dibersihkan
AC 1/2 PK terlihat kecil, tapi jika filter debu sudah tebal, AC bisa menyedot listrik 30 persen lebih boros. Filter yang kotor membuat aliran udara terhambat, sehingga AC harus bekerja lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan. Banyak yang set suhu 16 derajat agar cepat dingin, padahal cara ini justru membuat kompresor menyala terus tanpa henti.
Cara hemat: Bersihkan filter AC minimal 2 minggu sekali, cukup lepas dan cuci dengan air. Atur suhu AC di 24-25 derajat dan gunakan mode Dry atau Eco saat malam hari. Jika sudah dingin, kombinasikan dengan kipas angin agar sirkulasi merata, jadi kompresor AC bisa mati otomatis lebih cepat. Untuk rumah yang tidak pakai AC, kipas angin yang berdebu di baling-balingnya juga membuat putaran berat dan boros, jadi lap debu secara rutin.
3. Magic Com, Dispenser, dan Water Heater Menyala Seharian
Alat pemanas adalah penyedot token nomor satu. Magic com atau rice cooker yang selalu dalam mode warm seharian bisa menghabiskan 70-80 watt terus menerus. Jika dihitung 24 jam, itu setara dengan menyalakan 1 lampu selama 2 hari. Dispenser air panas dingin juga sama, dia akan memanaskan dan mendinginkan otomatis setiap suhu turun, meski tidak dipakai.
Water heater listrik kecil di kamar mandi bahkan lebih boros, bisa 300-500 watt sekali menyala.
Cara hemat: Nasi matang di magic com cukup di mode warm maksimal 4-5 jam, setelah itu cabut dan hangatkan lagi saat mau makan. Dispenser matikan saat malam hari atau saat rumah kosong, nyalakan hanya saat butuh air panas. Jika pakai water heater listrik, nyalakan 15 menit sebelum mandi lalu matikan, jangan dibiarkan standby terus.
4. Lampu Masih Pakai Bohlam Pijar dan Sering Lupa Matikan
Satu bohlam pijar 40 watt yang menyala 12 jam menghabiskan hampir 0,5 kWh per hari. Jika di rumah ada 5 bohlam seperti itu, dalam sebulan bisa habis 75 kWh hanya untuk lampu. Bandingkan dengan lampu LED 8 watt yang terangnya sama tapi listriknya 5 kali lebih hemat.
Selain jenis lampu, kebiasaan membiarkan lampu teras, kamar mandi, dan dapur menyala seharian juga bikin token cepat habis. Lampu yang tidak dibutuhkan adalah pemborosan yang paling mudah diperbaiki.
Cara hemat: Ganti semua bohlam pijar dan neon lama dengan LED berlabel SNI. Manfaatkan cahaya alami di siang hari dengan buka gorden. Pasang sensor cahaya otomatis untuk lampu teras seharga 30 ribuan, jadi lampu hanya nyala dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi.
5. Stop Kontak dan Charger Menancap Terus Meski Tidak Dipakai
Banyak yang mengira jika TV atau charger HP sudah mati, listrik tidak terpakai. Padahal ada yang namanya standby power atau vampire power. TV, set top box, speaker aktif, dan charger yang masih menancap di stop kontak tetap menyedot listrik 5-10 watt per jam meski tidak digunakan. Jika di rumah ada 4 alat yang standby 24 jam, dalam sebulan bisa terbuang 10-15 kWh percuma.
Cara hemat: Gunakan stop kontak dengan saklar on/off. Setelah selesai nonton TV atau charge HP, matikan saklarnya sekaligus. Jangan biarkan charger menancap tanpa HP. Untuk kulkas dan freezer, tetap colok terus, tapi untuk perangkat lain, biasakan cabut jika tidak dipakai. Kebiasaan kecil ini bisa menghemat Rp 20.000 sampai Rp 40.000 per bulan.
6. Instalasi Listrik Lama dan Daya Listrik Tidak Sesuai Kebutuhan
Rumah dengan instalasi kabel yang sudah tua di atas 10 tahun sering mengalami kebocoran arus halus, terutama di sambungan yang lembab atau digigit tikus. Kebocoran ini tidak sampai bikin korsleting, tapi membuat meteran token jalan terus meski semua alat dimatikan. Ciri-cirinya adalah token habis lebih cepat meski pemakaian sedikit, dan kadang meteran berkedip meski MCB dalam posisi off.
Selain itu, salah pilih daya juga bikin boros. Misalnya rumah pakai daya 900 VA tapi dipakai untuk AC, kulkas 2 pintu, dan mesin cuci bersamaan. Akibatnya MCB sering jeglek dan alat elektronik jadi tidak bekerja optimal.
Cara hemat: Lakukan cek instalasi 2 tahun sekali oleh tukang listrik bersertifikat. Minta cek kebocoran arus dengan alat tang ampere. Jika memang daya kurang, ajukan tambah daya saat ada promo dari PLN, biasanya biaya tambah daya dari 900 ke 1300 VA lebih murah saat ada promo kemerdekaan atau akhir tahun. Dan yang paling penting, biasakan catat pemakaian harian di meteran token, jadi kamu tahu hari apa yang paling boros dan alat apa penyebabnya.
Token yang awet kuncinya bukan mengurangi kenyamanan, tapi mengatur cara pakai. Mulai dari membersihkan AC, memberi jarak kulkas, mengganti lampu ke LED, dan mencabut alat yang tidak dipakai, kamu bisa menghemat 20 sampai 30 persen tagihan listrik tanpa harus gelap-gelapan. Coba terapkan satu per satu selama seminggu dan bandingkan sisa kWh di meteran, hasilnya akan langsung terasa.
