Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

nikmatullah – Banyak iklan tanah menulis dekat dengan tiga fasilitas yang sama: dekat pasar, dekat sekolah, dekat pom bensin. Ketiganya terdengar strategis, tetapi dampaknya terhadap kenaikan harga tanah tidak sama. Ada yang menaikkan harga dengan cepat karena aktivitasnya harian, ada yang menaikkan harga secara perlahan karena aktivitasnya hanya pada jam tertentu.

Jika tujuannya investasi, memahami perbedaan karakter dari ketiga lokasi ini membantu menentukan bidang mana yang lebih mudah dijual kembali tanpa harus menunggu terlalu lama.

1. Tanah di Dekat Pasar: Naik Cepat Karena Perputaran Uang Harian

Tanah di dekat pasar tradisional atau pasar induk memiliki satu keunggulan utama yaitu perputaran orang yang terjadi setiap hari dari pagi sampai siang. Aktivitas di pasar tidak bergantung pada hari libur. Setiap hari ada pembeli, ada pedagang, ada bongkar muat.

Kondisi ini membuat tanah di sekitar pasar mudah dimanfaatkan menjadi ruko kecil, kios, tempat parkir, atau kos untuk pedagang. Kebutuhan akan tempat seperti itu selalu ada. Bahkan jika tanahnya tidak dibangun, banyak pedagang yang bersedia menyewa untuk lapak sementara.

Kenaikan harga di area pasar biasanya paling cepat pada jarak 50 sampai 200 meter dari pintu masuk pasar. Pada jarak ini, orang masih bisa jalan kaki membawa belanjaan. Jika jaraknya sudah lebih dari 500 meter, pengaruh pasar mulai berkurang karena pembeli lebih memilih naik motor daripada jalan kaki.

Kekurangannya, tanah di dekat pasar memiliki risiko kebisingan, kepadatan, dan kebersihan yang kurang terjaga. Tidak semua orang nyaman tinggal di dekat pasar. Jadi pembeli untuk tujuan hunian cenderung berkurang, tetapi pembeli untuk tujuan usaha cenderung meningkat. Jika tujuan investasi adalah untuk perputaran cepat dalam satu sampai dua tahun, tanah dekat pasar sering menjadi yang paling cepat laku karena ada pasar sewa yang jelas.

Yang perlu dicek adalah jam operasional pasar, sistem pembuangan sampahnya, dan apakah akses jalan di depan tanah sering macet karena bongkar muat. Tanah yang berada di jalur bongkar muat truk besar pada jam empat pagi akan memiliki tingkat kebisingan yang tinggi dan kurang diminati untuk hunian.

2. Tanah di Dekat Sekolah: Naik Stabil Karena Kebutuhan Kos dan Antar Jemput

Tanah di dekat sekolah memiliki karakter yang berbeda. Aktivitasnya tidak sepanjang hari seperti pasar, tetapi terjadi pada jam yang sangat teratur yaitu jam masuk dan jam pulang sekolah. Pada jam tersebut, jalan di depan sekolah menjadi sangat ramai.

Keunggulan utama tanah di dekat sekolah adalah kebutuhan akan hunian pendukung. Orang tua yang anaknya sekolah di sekolah tersebut sering mencari kos, kontrakan, atau rumah kecil yang bisa ditempuh dengan jalan kaki. Selain itu ada kebutuhan akan warung fotokopi, warung makan, laundry, dan tempat les. Semua kebutuhan ini menciptakan permintaan sewa yang stabil.

Kenaikan harga tanah di dekat sekolah biasanya tidak secepat di dekat pasar, tetapi lebih stabil dan tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan musim. Sekolah tidak tutup seperti pasar yang sepi saat hari raya besar. Selama tahun ajaran berjalan, aktivitasnya tetap ada.

Jarak ideal untuk mendapatkan dampak sekolah adalah sekitar 100 sampai 300 meter. Jika terlalu dekat, tepat di depan gerbang sekolah, tanah justru sering terkena dampak kemacetan antar jemput yang parah setiap pagi dan sore. Jika jaraknya lebih dari 400 meter, pengaruhnya mulai berkurang karena siswa dan orang tua lebih memilih menggunakan kendaraan.

Kekurangannya, tanah di dekat sekolah sangat bergantung pada reputasi sekolah tersebut. Jika sekolah tersebut pindah, tutup, atau jumlah muridnya menurun, permintaan di sekitarnya juga akan menurun. Jadi sebelum membeli, cek apakah sekolah tersebut sekolah negeri yang sudah lama berdiri, sekolah swasta dengan jumlah murid yang terus bertambah, atau sekolah baru yang masih mencari murid.

3. Tanah di Dekat Pom Bensin: Naik Karena Visibilitas, Bukan Karena Hunian

Tanah di dekat pom bensin memiliki karakter yang paling berbeda dari dua lokasi sebelumnya. Pom bensin tidak menciptakan perputaran orang yang tinggal, tetapi menciptakan visibilitas yang tinggi. Setiap kendaraan yang mengisi bahan bakar akan melihat tanah yang ada di sekitarnya.

Keunggulan tanah di dekat pom bensin adalah cocok untuk usaha yang membutuhkan lalu lintas tinggi seperti bengkel, cuci mobil, minimarket, rumah makan, atau tempat istirahat. Tanah seperti ini dinilai dari seberapa mudah kendaraan keluar masuk dan seberapa terlihat dari jalan utama. Tanah yang berada di sisi yang searah dengan arus pulang kerja biasanya lebih mahal daripada yang berada di sisi berlawanan.

Kenaikan harga tanah di dekat pom bensin cenderung lebih lambat dibandingkan tanah di dekat pasar atau sekolah jika tujuannya untuk hunian. Orang tidak mencari rumah di dekat pom bensin karena alasan keamanan dan bau bahan bakar. Tetapi untuk tujuan komersial, tanah di dekat pom bensin memiliki nilai yang sangat tinggi dan cenderung bertahan lama.

Jarak yang paling berpengaruh adalah 0 sampai 150 meter dari pintu masuk dan keluar pom bensin. Pada jarak ini, kendaraan masih dalam kecepatan pelan setelah mengisi bahan bakar. Jika jaraknya sudah lebih dari 300 meter, pengaruh pom bensin hampir tidak terasa lagi.

Kekurangannya, aturan jarak aman untuk bangunan di dekat pom bensin cukup ketat. Tidak semua jenis bangunan diperbolehkan terlalu dekat. Selain itu, harga tanah di dekat pom bensin biasanya sudah tinggi sejak awal karena pemilik lama sudah mengetahui potensinya untuk usaha.

Kesimpulan: Mana yang Paling Cepat?

Jika diurutkan berdasarkan kecepatan perputaran dan kemudahan menjual kembali untuk investor pemula, urutannya adalah pasar, sekolah, kemudian pom bensin.

Tanah di dekat pasar naik paling cepat karena ada perputaran uang setiap hari dan ada pasar sewa yang jelas untuk kios dan parkir. Tanah di dekat sekolah naik lebih stabil karena didukung oleh kebutuhan kos dan kontrakan yang berjalan selama tahun ajaran. Tanah di dekat pom bensin naik paling lambat untuk tujuan hunian, tetapi paling kuat untuk tujuan usaha jangka panjang yang membutuhkan visibilitas tinggi.

Jadi sebelum memutuskan, tentukan dulu tujuan investasinya. Jika tujuannya putar cepat untuk usaha kecil, cari yang dekat pasar. Jika tujuannya sewa stabil untuk kos, cari yang dekat sekolah. Jika tujuannya untuk usaha besar dengan modal lebih besar dan tahan lama, cari yang dekat pom bensin. Dengan menyesuaikan tujuan dan karakter lokasi, kenaikan harga tidak hanya diharapkan, tetapi bisa dihitung dari aktivitas nyata yang ada di lapangan.