Pencarian perumahan di Google mengalami peningkatan signifikan pada Oktober 2026. Tren tersebut dipengaruhi oleh penurunan suku bunga acuan, peluncuran program KPR subsidi baru, dan pembukaan akses infrastruktur seperti LRT dan jalan tol. Berdasarkan data agregat pencarian Google Trends dan laporan pasar properti yang dirilis portal Rumah123 pada kuartal ketiga tahun 2026, terdapat lima kawasan perumahan yang paling banyak dicari masyarakat Indonesia.
1. Summarecon Bekasi
Summarecon Bekasi menempati posisi pertama sebagai perumahan yang paling banyak dicari. Kawasan ini menawarkan konsep kota mandiri seluas 436 hektare dengan fasilitas lengkap seperti Summarecon Mall Bekasi, sekolah Islam Al-Azhar, dan rumah sakit swasta.
Lokasi yang terhubung langsung dengan Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Becakayu menjadi keunggulan utama. Laporan pasar properti Rumah123 mencatat, permintaan hunian di Bekasi Utara meningkat 18 persen pada tahun 2026 karena banyaknya pekerja yang pindah dari Jakarta dengan tetap mempertahankan akses kerja melalui LRT. Kisaran harga rumah di kawasan ini mulai dari Rp1,8 miliar untuk tipe cluster menengah.
2. Kota Wisata Cibubur
Kota Wisata Cibubur berada di posisi kedua. Perumahan seluas 700 hektare yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land ini dikenal dengan konsep kawasan hijau dengan 15 cluster yang masing-masing memiliki tema berbeda.
Keunggulan kawasan ini adalah akses langsung ke Tol Jagorawi dan dekat dengan pintu Tol Cimanggis. Lingkungan yang masih asri dengan pemandangan pegunungan menjadi daya tarik utama bagi keluarga muda. Pada Oktober 2026, pencarian untuk kawasan ini meningkat karena peluncuran cluster terbaru dengan harga mulai Rp1,2 miliar dan program uang muka ringan.
3. Pantai Indah Kapuk 2
Pantai Indah Kapuk 2 atau PIK 2 menjadi kawasan paling dicari di wilayah Jakarta Utara dan Tangerang. Kawasan ini dikembangkan sebagai kota tepi pantai dengan konsep waterfront city. Fasilitas seperti beach club, kawasan kuliner internasional, dan akses langsung ke bandara melalui Tol PIK menjadi nilai jual utama.
Berdasarkan laporan yang sama dari Rumah123, PIK 2 mengalami kenaikan pencarian sebesar 22 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh minat investor terhadap properti yang dekat dengan kawasan komersial dan pariwisata. Harga rumah di PIK 2 mulai dari Rp2,5 miliar untuk tipe standar.
4. CitraLand Surabaya
Untuk wilayah Jawa Timur, CitraLand Surabaya menjadi yang paling banyak dicari. Kawasan seluas 2.000 hektare ini merupakan salah satu proyek kota mandiri terbesar di Surabaya Barat. Fasilitas seperti Ciputra Hospital, sekolah internasional, dan pusat bisnis menjadi pendukung.
Pencarian untuk CitraLand meningkat pada Oktober 2026 karena peluncuran KPR dengan bunga tetap selama tiga tahun pertama. Lokasi yang strategis dekat dengan Tol Surabaya-Mojokerto memudahkan akses menuju pusat kota. Kisaran harga mulai dari Rp1,4 miliar.
5. Kota Podomoro Tenjo
Kota Podomoro Tenjo menjadi perwakilan perumahan terjangkau yang paling banyak dicari. Kawasan ini dikembangkan oleh Agung Podomoro Group dengan konsep kota satelit baru di perbatasan Bogor dan Tangerang.
Daya tarik utamanya adalah harga yang masih di bawah Rp800 juta dengan akses langsung ke Stasiun Tenjo dan pengembangan kawasan industri di sekitarnya. Laporan pasar perumahan terjangkau tahun 2026 dari Rumah123 menyebutkan, pencarian untuk perumahan di bawah Rp1 miliar meningkat 25 persen, dan Kota Podomoro Tenjo menjadi yang paling dominan.
Faktor yang Mempengaruhi Tingginya Pencarian
Terdapat dua faktor utama yang menyebabkan lima kawasan tersebut mendominasi pencarian Google pada Oktober 2026.
- Pertama, konektivitas transportasi. Semua kawasan tersebut memiliki akses langsung ke jalan tol atau transportasi umum massal. Kemudahan mobilitas menjadi pertimbangan utama bagi pembeli rumah pertama.
- Kedua, kelengkapan fasilitas dan legalitas yang jelas. Perumahan yang dikembangkan oleh pengembang besar dengan sertifikat hak milik yang jelas dan izin mendirikan bangunan yang lengkap memberikan rasa aman bagi pembeli. Hal ini penting untuk menghindari sengketa di kemudian hari.
Memilih perumahan tidak hanya berdasarkan popularitas pencarian, tetapi juga perlu menyesuaikan dengan kemampuan finansial, tujuan investasi, dan kebutuhan jangka panjang. Melakukan survei lokasi secara langsung dan memeriksa legalitas di Kantor Pertanahan setempat tetap menjadi langkah yang wajib dilakukan sebelum melakukan transaksi.
