Hari pertama kerja harusnya jadi momen bahagia karena akhirnya setelah berbulan-bulan kirim CV, kamu dapat diterima kerja. Mengapa yang dirasakan justru cemas, takut salah, dan merasa tidak pantas berada di sana? Perasaan ini sangat umum dialami Gen Z yang baru masuk dunia kerja.
Kondisi ini namanya impostor syndrome. Bukan penyakit aneh, tapi pola pikir yang bikin kamu merasa seperti penipu yang suatu saat akan ketahuan tidak sepintar yang dikira orang lain.
Apa Itu Impostor Syndrome dan Kenapa Gen Z Rentan Kena?
Impostor syndrome adalah perasaan bahwa kesuksesan yang kamu dapatkan bukan karena kemampuanmu, tapi karena keberuntungan atau orang lain salah menilai. Kamu merasa tidak kompeten, padahal secara objektif kamu mampu dan sudah lolos seleksi.
Gen Z lebih rentan mengalami ini karena beberapa alasan.
- Transisi dari dunia kampus yang teoritis ke dunia kerja yang praktis sangat jauh. Di kampus, salah masih bisa remedial. Di kantor, salah rasanya langsung bikin malu dan takut dipecat. Jadi wajar kalau merasa kaget.
- Budaya media sosial yang selalu menampilkan kesuksesan orang lain. Lihat teman seangkatan sudah jadi manager, sudah gaji dua digit, kamu yang baru masuk dengan gaji UMR jadi merasa tertinggal dan tidak layak.
- Ekspektasi tinggi untuk langsung sempurna. Banyak Gen Z yang baru kerja merasa harus langsung bisa semuanya di minggu pertama. Padahal perusahaan sendiri tahu bahwa anak baru butuh waktu 3 sampai 6 bulan untuk benar-benar adaptasi.
Akibatnya, banyak yang baru 1 bulan kerja sudah ingin resign, bukan karena pekerjaannya berat, tapi karena mentalnya lelah merasa tidak pantas terus-menerus.
Tanda Kamu Mengalami Impostor Syndrome di Tempat Kerja
1. Takut Bertanya Karena Takut Dianggap Bodoh
Kamu memilih diam dan menebak-nebak sendiri cara kerja sistem kantor, padahal bingung. Kamu takut kalau bertanya akan membuat atasan berpikir kamu tidak kompeten. Padahal di dunia kerja, bertanya adalah hal yang sangat wajar untuk anak baru.
2. Menganggap Keberhasilan Sebagai Kebetulan
Saat dipuji atasan karena berhasil menyelesaikan tugas, kamu malah berpikir “ah itu kebetulan aja” atau “untung dibantu kakak sebelah”. Kamu sulit menerima bahwa itu memang hasil kerja kerasmu.
3. Membandingkan Diri Terus-Menerus dengan Rekan Kerja
Setiap melihat rekan kerja yang lebih senior dan cekatan, kamu langsung minder. Kamu lupa bahwa mereka sudah bekerja bertahun-tahun, sedangkan kamu baru beberapa minggu. Perbandingan ini tidak adil tapi terus kamu lakukan.
4. Overthinking Berlebihan Sampai Sulit Tidur
Setelah jam kerja selesai, kamu masih kepikiran kesalahan kecil di kantor. Satu typo di email bisa kamu pikirkan sampai malam. Kamu takut kesalahan kecil itu akan membuatmu dipecat.
5. Ingin Terlihat Sempurna Sampai Tidak Berani Coba Hal Baru
Karena takut salah, kamu menolak tugas baru atau tantangan baru. Kamu hanya mengerjakan yang aman-aman saja. Padahal sikap ini justru menghambat perkembangan karirmu.
Jika 3 dari 5 tanda di atas kamu rasakan, kemungkinan besar kamu sedang mengalami impostor syndrome.
Cara Mengatasi Impostor Syndrome Biar Tidak Buru-Buru Resign
1. Catat Bukti Kemampuan, Bukan Perasaan
Otak saat impostor syndrome itu licik, dia hanya fokus pada kekurangan. Lawan dengan data. Buat catatan kecil di HP tentang 3 hal yang berhasil kamu lakukan hari ini. Sekecil apapun, misalnya “berhasil balas email client tanpa salah”, “berhasil paham cara pakai aplikasi kantor”, atau “berani tanya ke senior”.
Setelah seminggu, baca lagi catatan itu. Kamu akan sadar bahwa kamu sebenarnya berkembang, hanya saja perasaan takut menutupi fakta tersebut.
2. Ubah Mindset dari “Harus Bisa” Menjadi “Sedang Belajar”
Jangan paksa diri untuk langsung jago. Ganti kalimat di kepala dari “aku harus bisa semuanya” menjadi “aku sedang dalam proses belajar 3 bulan pertama”.
Saat merasa tidak pantas, katakan ke diri sendiri: “wajar kalau aku belum bisa, aku kan baru”. Kalimat sederhana ini sangat membantu menurunkan tekanan.
Juga, pahami bahwa perusahaan merekrutmu bukan karena kamu sudah sempurna, tapi karena mereka melihat potensimu. Mereka sudah siap untuk membimbingmu.
3. Cari Satu Teman Aman di Kantor
Jangan pendam sendiri. Cari satu rekan kerja yang terlihat ramah dan jadikan tempat bertanya. Kamu tidak perlu curhat berat, cukup tanya hal teknis. Dengan punya satu teman aman, rasa tidak pantas akan jauh berkurang karena kamu merasa memiliki support system.
Jika memungkinkan, ceritakan juga ke teman di luar kantor atau keluarga bahwa kamu sedang mengalami fase ini. Kamu akan kaget karena ternyata hampir semua orang pernah merasakannya saat pertama kerja.
Pada akhirnya, merasa tidak pantas saat baru kerja adalah hal yang sangat normal. Hampir 70 persen orang pernah mengalami impostor syndrome, terutama di awal karir.
Bedanya, ada yang terjebak dan akhirnya resign, ada yang pelan-pelan mengatasinya dan tumbuh menjadi lebih kuat.
Kamu tidak sendirian, kamu tidak bodoh, dan kamu tidak salah rekrut. Kamu hanya sedang belajar. Beri dirimu waktu 3 bulan, beri dirimu kesempatan untuk salah dan belajar lagi.
Pekerjaan pertamamu bukan untuk membuktikan kamu sempurna, tapi untuk membuktikan kamu mau berkembang.






