Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

nikmatullah- Paylater di tahun 2026 sudah seperti dompet kedua bagi anak kos dan anak muda. Hampir semua aplikasi ada paylater, mulai dari e-commerce, ojek online, sampai aplikasi belanja makanan. Kemudahannya luar biasa, tinggal klik, barang datang, bayar bulan depan. Tidak perlu kartu kredit, tidak perlu ribet.

Tapi di balik kemudahannya, banyak anak muda yang terjerat gali lubang tutup lubang karena paylater. Awalnya hanya pakai 200 ribu, lama-lama tagihan jadi 2 juta, 5 juta, bahkan lebih besar dari gaji. Bukan karena paylater itu jahat, tapi karena cara pakainya yang salah. Jika kamu pakai paylater tapi sering merasa akhir bulan pusing karena tagihan numpuk, kemungkinan kamu melakukan 5 kesalahan ini.

1. Pakai Paylater untuk Kebutuhan Konsumtif yang Tidak Perlu, Bukan untuk Kebutuhan Mendesak

Kesalahan paling umum adalah menganggap paylater sebagai uang tambahan, bukan sebagai alat tunda bayar. Bedanya besar. Uang tambahan artinya uang bebas yang bisa dipakai untuk apapun. Alat tunda bayar artinya kamu tetap harus bayar dengan uangmu sendiri bulan depan.

Banyak anak kos yang pakai paylater untuk hal-hal yang sebenarnya tidak mendesak, seperti beli baju baru karena ada promo 11.11, beli skincare viral, nongkrong di kafe mahal, atau beli tiket konser. Saat itu terasa ringan karena tidak keluar uang sekarang. Tapi bulan depan, gaji yang seharusnya untuk kos dan makan, harus dipotong untuk bayar baju yang sudah dipakai dan dilupakan.

Aturan aman pakai paylater adalah hanya pakai untuk 2 kondisi. Pertama, untuk kebutuhan produktif yang bisa menghasilkan uang kembali, seperti beli HP untuk kerja atau beli perlengkapan jualan. Kedua, untuk kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda seperti obat atau perbaikan motor untuk kerja. Jika hanya untuk keinginan seperti baju, makanan viral, atau gadget baru karena gengsi, lebih baik tahan dulu. Tanya ke diri sendiri, kalau paylater ini tidak ada, apakah saya akan tetap beli barang ini pakai uang cash? Jika jawabannya tidak, berarti itu hanya keinginan sesaat.

2. Tidak Mencatat Total Tagihan dari Semua Aplikasi Paylater

Di tahun 2026, satu orang bisa punya 4 sampai 5 akun paylater sekaligus. Ada paylater di Shopee, Tokopedia, GoPay, OVO, Traveloka, dan lain-lain. Kesalahan fatalnya adalah merasa tagihan kecil di masing-masing aplikasi, padahal kalau digabung jadi besar.

Misalnya, di Shopee tagihan 400 ribu, di GoPay 300 ribu, di Tokopedia 500 ribu. Masing-masing terasa kecil, ah cuma 300 ribu. Tapi totalnya sudah 1,2 juta. Jika gaji kamu 3 juta, itu sudah 40 persen gaji hanya untuk bayar paylater. Belum termasuk kos dan makan.

Banyak yang gali lubang tutup lubang karena hal ini. Karena tagihan di satu aplikasi besar, dia pinjam lagi di aplikasi lain untuk nutup tagihan pertama. Akhirnya jadi lingkaran yang tidak pernah selesai. Solusinya, setiap minggu catat total semua tagihan paylater di satu notes. Jangan lihat per aplikasi, tapi lihat totalnya. Buat batas maksimal, misalnya total paylater tidak boleh lebih dari 20 persen gaji. Jika sudah mendekati batas, stop pakai paylater sampai lunas.

3. Hanya Bayar Minimum atau Terlambat Bayar Karena Lupa Jatuh Tempo

Paylater memberikan pilihan bayar minimum, yaitu bayar sebagian kecil saja dulu, sisanya dicicil bulan depan dengan bunga. Ini jebakan yang paling halus. Kamu merasa sudah bayar, jadi aman. Padahal bunga paylater itu besar, bisa 2 sampai 4 persen per bulan. Jika kamu terus bayar minimum, utang 1 juta bisa jadi 1,3 juta dalam beberapa bulan hanya karena bunga.

Selain itu, banyak yang terlambat bayar karena lupa tanggal jatuh tempo. Beda aplikasi beda tanggal. Ada yang tanggal 5, ada yang tanggal 25. Sekali terlambat, ada denda harian dan skor kredit kamu di BI Checking atau SLIK OJK jadi jelek. Skor yang jelek ini akan menyulitkan kamu saat mau KPR rumah atau KUR usaha di masa depan.

Cara menghindarinya, set tanggal jatuh tempo yang sama jika bisa. Beberapa aplikasi mengizinkan kamu ubah tanggal jatuh tempo. Samakan semua di tanggal 1 atau tanggal gajian. Lalu pasang alarm di kalender HP 2 hari sebelum jatuh tempo. Dan yang paling penting, usahakan selalu bayar lunas, bukan bayar minimum. Jika tidak mampu bayar lunas bulan ini, berarti bulan lalu kamu sudah over budget dan harus evaluasi.

4. Pakai Paylater untuk Menutup Paylater Lain

Ini adalah tanda paling jelas kamu sudah masuk ke lubang gali tutup lubang. Contohnya, tagihan Shopee Paylater jatuh tempo 800 ribu, tapi uang di rekening hanya 200 ribu. Lalu kamu pakai GoPay Later untuk tarik tunai atau bayar tagihan Shopee tersebut. Bulan depan, tagihan GoPay Later jadi 900 ribu karena ada bunga, dan kamu tidak punya uang lagi, lalu pakai paylater lain lagi.

Pola ini tidak akan pernah selesai dan akan membuat utangmu semakin besar karena setiap transaksi ada biaya admin dan bunga. Banyak anak muda yang awalnya utang 500 ribu, dalam 6 bulan jadi 7 juta karena terus muter seperti ini.

Jika kamu sudah di posisi ini, stop. Jangan buka paylater baru. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah jujur ke diri sendiri dan hitung total utang. Langkah kedua, hubungi keluarga atau teman dekat yang bisa dipercaya untuk pinjam uang tanpa bunga untuk melunasi semua paylater sekaligus, lalu kamu cicil ke mereka dengan lebih ringan. Langkah ketiga, hapus atau bekukan dulu semua akun paylater selama 3 bulan sampai keuangan stabil. Lebih baik malu cerita ke keluarga sekarang daripada skor kredit hancur dan ditagih debt collector nanti.

5. Tidak Punya Dana Darurat Sehingga Paylater Jadi Andalan Saat Kepepet

Akar dari semua kesalahan di atas adalah tidak punya dana darurat. Saat motor rusak, saat sakit harus ke dokter, atau saat kos harus bayar mendadak, tidak ada uang cash. Akhirnya satu-satunya jalan adalah paylater.

Jika kamu selalu pakai paylater saat kepepet, artinya kamu belum punya bantalan keuangan. Solusi jangka panjangnya adalah mulai membangun dana darurat kecil, meski hanya 20 ribu per minggu. Simpan di rekening terpisah yang tidak ada paylaternya.

Memang tidak mudah mengumpulkan dana darurat jika gaji pas-pasan, tapi dengan adanya dana darurat 500 ribu saja, kamu sudah bisa menghindari pakai paylater untuk hal-hal mendesak. Paylater seharusnya jadi pilihan terakhir, bukan pilihan pertama.

Paylater itu alat yang netral. Jika dipakai dengan benar, bisa sangat membantu, misalnya untuk mengatur arus kas saat gajian masih lama. Tapi jika dipakai dengan 5 kesalahan di atas, paylater bisa jadi sumber stres dan bikin kamu gali lubang tutup lubang terus menerus. Mulai sekarang, cek lagi penggunaan paylater kamu minggu ini. Apakah masih dalam batas aman 20 persen gaji dan dibayar lunas tepat waktu? Jika ya, kamu sudah di jalur yang benar.