Kenapa Gen Z Takut Dicap Cringe? Ini Dampaknya ke Mental

Nikmatullah
Kenapa Gen Z Takut Dicap Cringe
Kenapa Gen Z Takut Dicap Cringe? Ini Dampaknya ke Mental (Sumber foto: Vitaly Gariev via pexels)
Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

Coba perhatikan, kenapa banyak Gen Z yang punya banyak ide bagus tapi tidak berani upload? Punya bakat menyanyi, menulis, atau bikin konten, tapi akhirnya disimpan sendiri karena satu alasan: takut dibilang cringe.

Kata cringe memang terlihat sepele. Awalnya hanya dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang memalukan atau norak. Tapi sekarang, rasa takut dicap cringe sudah jadi penjara mental bagi banyak anak muda. Sampai-sampai mau jadi diri sendiri pun harus mikir dua kali.

Padahal rasa takut ini jika dibiarkan terus bisa menghambat pertumbuhan dan bikin kesehatan mental terganggu tanpa disadari.

Kenapa Gen Z Sangat Takut Dicap Cringe?

Ada beberapa alasan kenapa rasa takut ini begitu kuat di generasi sekarang.

  • Di era yang semuanya bisa direkam dan disebar. Satu video yang dianggap cringe bisa langsung jadi bahan tertawaan di FYP, di screenshot, dan dikomentari ribuan orang. Jejak digital yang abadi membuat Gen Z merasa harus selalu terlihat keren dan sempurna. Tidak ada ruang untuk mencoba dan gagal dengan aman.
  • Budaya validasi yang sangat tinggi. Sejak kecil Gen Z terbiasa mendapat like, komen, dan views sebagai ukuran diterima atau tidaknya mereka. Ketika ada satu konten yang sepi like atau malah dihujat cringe, rasanya seperti penolakan personal. Otak langsung mengartikan itu sebagai “aku tidak cukup keren untuk diterima”.
  • Standar keren yang terus berubah dan tidak jelas. Hari ini yang keren adalah yang estetik dan minimalis, besok yang keren adalah yang edgy dan berisik. Karena standarnya tidak pasti, Gen Z jadi bingung harus jadi seperti apa. Akhirnya banyak yang memilih untuk tidak melakukan apa-apa daripada salah dan dibilang cringe.

Kondisi ini membuat banyak orang jadi overthinking berlebihan. Mau posting foto takut cringe, mau ngomong di kelas takut cringe, bahkan mau jujur tentang perasaan sendiri pun takut dianggap cringe.

Dampak Takut Dicap Cringe ke Kesehatan Mental

  • Dampak pertama adalah hilangnya jati diri. Kamu jadi terlalu sibuk meniru apa yang dianggap keren oleh orang lain, sampai lupa apa yang sebenarnya kamu suka. Lama-lama kamu tidak kenal lagi dengan dirimu sendiri. Semua yang kamu lakukan hanya untuk terlihat keren di mata orang, bukan karena kamu menikmatinya.
  • Menjadi perfeksionis yang tidak sehat. Karena takut dibilang cringe, kamu menuntut semua karya harus sempurna dulu baru boleh di-upload. Padahal tidak ada karya pertama yang langsung sempurna. Akibatnya kamu tidak pernah mulai, dan kesempatan banyak yang terlewat.
  • Mengalami kecemasan sosial. Kamu jadi takut tampil, takut ngomong di depan umum, dan takut mengekspresikan pendapat. Kamu lebih memilih diam dan jadi penonton saja, padahal di dalam hati ingin sekali mencoba. Rasa takut dihakimi membuat ruang gerakmu jadi sangat sempit.

Cara Keluar dari Rasa Takut Dicap Cringe

Kabar baiknya, rasa takut ini bisa dilatih untuk dikelola. Bukan dengan menjadi cuek total, tapi dengan membangun mindset yang lebih sehat.

1. Sadari Bahwa Cringe Itu Subjektif

Apa yang kamu anggap cringe, belum tentu cringe bagi orang lain. Apa yang dianggap cringe hari ini, bisa jadi tren keren tahun depan. Ingat dulu orang malu joget di depan kamera, sekarang semua orang joget di TikTok dan jadi normal.

Jadi, daripada sibuk menebak-nebak apa yang cringe menurut orang lain, lebih baik tanya ke diri sendiri: “apakah aku suka melakukan ini?”. Jika jawabannya iya, maka itu cukup menjadi alasan untuk melakukannya. Kamu tidak butuh izin dari semua orang untuk menjadi diri sendiri.

2. Latih Mental dengan Sengaja Tampil Tidak Sempurna

Cara paling ampuh untuk melawan takut cringe adalah dengan sengaja melakukannya dalam versi kecil. Ini disebut exposure.

Coba posting sesuatu yang tidak terlalu estetik tapi jujur. Coba ngomong di story dengan gaya bicaramu yang apa adanya, tanpa filter yang berlebihan. Coba upload karya pertamamu meskipun masih berantakan.

Awalnya memang tidak nyaman, tapi lama-lama otak akan belajar bahwa ternyata dibilang cringe itu tidak semenakutkan yang dibayangkan. Paling parah hanya dikomentari sebentar, lalu orang akan lupa. Hidup tetap berjalan.

3. Fokus ke Diri Sendiri

Orang yang takut cringe fokusnya selalu di luar, yaitu penilaian orang lain. Coba geser fokusnya ke dalam, yaitu proses belajarmu sendiri.

Daripada mikir “nanti orang bilang apa ya”, ganti menjadi “apa yang bisa aku pelajari dari postingan ini”. Daripada mikir “ini keren gak ya”, ganti menjadi “aku sudah berani mencoba, itu keren”.

Dengan mengubah fokus, kamu akan lebih menikmati perjalanan. Kamu tidak lagi mengejar validasi, tapi mengejar pertumbuhan. Dan biasanya, orang yang fokus pada proses justru hasilnya lebih konsisten dan lebih dihargai dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, semua orang pernah melakukan hal cringe. Bahkan orang yang kamu anggap paling keren sekalipun, pasti punya masa-masa cringe dalam hidupnya. Bedanya, mereka tidak berhenti hanya karena takut dinilai.

Cringe adalah bagian dari proses menjadi dewasa dan menemukan jati diri. Jika kamu tidak pernah cringe, artinya kamu tidak pernah benar-benar mencoba hal baru.

Jadi tidak apa-apa untuk terlihat cringe sesekali. Itu tandanya kamu sedang hidup, sedang mencoba, dan sedang menjadi dirimu sendiri yang apa adanya.