Di tengah derasnya tren gaya hidup mewah yang sering terasa tidak terjangkau, muncul sebuah istilah baru yang mendadak viral di TikTok dan Instagram: Kinda Chic. Tren ini mengubah kebiasaan sehari-hari yang biasa saja menjadi terlihat elegan, rapi, dan berkelas tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Tidak heran jika banyak anak muda menyebutnya sebagai gaya hidup elegan versi realistis.
Lalu apa sebenarnya Kinda Chic itu? Istilah ini merujuk pada gaya di mana aktivitas sederhana seperti membuat kopi di rumah, menata meja kerja, atau pergi ke minimarket dilakukan dengan sentuhan yang lebih tertata dan estetik. Bukan tentang memakai barang mahal, melainkan tentang cara membawakan diri dan menata detail kecil agar terlihat chic atau elegan secara natural.
Ada tiga faktor utama yang membuat tren ini meledak di September 2026.
- Kejenuhan terhadap flexing culture. Selama beberapa tahun, media sosial dipenuhi dengan pamer barang branded dan gaya hidup hedon. Banyak pengguna, terutama Gen Z, mulai merasa lelah dan tertekan. Kinda Chic hadir sebagai antitesis. Ia menawarkan pesan bahwa elegan tidak harus mahal. Cukup dengan kemeja putih bersih yang disetrika rapi, rambut tertata sederhana, dan cara bicara yang tenang, seseorang sudah bisa terlihat berkelas.
- Pengaruh fashion 80s dan 2010-an yang kembali. Data pencarian fashion menunjukkan bahwa tren skinny jeans, shoulder bag kecil, dan polkadot kembali naik hingga 56% di New York Fashion Week 2026. Kinda Chic mengambil esensi dari era tersebut, yaitu kerapian dan kesan effortless. Misalnya, memakai celana jeans lurus dengan loafers dan tote bag kain, lalu menambahkan lipstik merah tipis. Simpel, tapi terlihat niat.
- Kemudahan untuk diikuti semua orang. Berbeda dengan tren gaya hidup sehat yang membutuhkan jam olahraga atau tren modest fashion yang butuh koleksi khusus, Kinda Chic bisa dimulai hari ini juga. Tidak perlu beli baju baru. Cukup ubah cara menata yang sudah ada.
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh penerapan Kinda Chic dalam kehidupan sehari-hari.
- Membuat kopi pagi jadi ritual elegan. Daripada minum kopi sambil terburu-buru, tuangkan kopi ke cangkir keramik, tambahkan tatakan kecil, dan duduk selama 5 menit tanpa ponsel. Kebiasaan kecil ini mengubah rutinitas menjadi momen mindful yang terlihat elegan.
- Pergi ke minimarket dengan outfit tertata. Tren Kinda Chic yang paling viral adalah going to minimarket but make it chic. Bukan daster, melainkan kemeja linen, celana kulot, dan sandal kulit sederhana. Pesannya jelas, menghargai diri sendiri di setiap kesempatan.
- Menata meja kerja seperti meja hotel. Meja kerja yang berantakan membuat pikiran berantakan. Gaya Kinda Chic menganjurkan meja dengan tiga item utama: laptop, botol minum kaca, dan satu tanaman kecil atau buku. Bersih, rapi, dan fotogenik.
- Membawa tote bag kain kemana-mana. Selain ramah lingkungan, tote bag kain polos memberikan kesan minimalis dan chic. Isinya pun ditata, bukan berantakan. Dompet, buku kecil, dan lip balm tersusun rapi.
- Cara berjalan dan berbicara yang tenang. Keanggunan bukan hanya pakaian. Cara berjalan tidak tergesa-gesa, berbicara dengan nada stabil, dan tidak terus-menerus melihat ponsel adalah inti dari gaya hidup Kinda Chic.
Pada akhirnya, tren ini mengajarkan bahwa gaya hidup elegan bukanlah soal harga, melainkan soal kesadaran. Kesadaran untuk merawat detail kecil, menghargai waktu, dan menampilkan versi terbaik dari diri sendiri dalam kondisi apapun.
Kinda Chic juga menjadi jembatan antara dua kutub gaya hidup yang sedang tren, yaitu minimalis dan maksimalis ala 80-an. Ia mengambil kerapian dari minimalis, tetapi tidak takut menambahkan satu aksen berani seperti anting mutiara atau syal satin. Hasilnya adalah gaya yang seimbang, tidak membosankan, dan tetap berkelas.
Bagi Anda yang ingin mencoba, mulailah dari satu kebiasaan besok pagi. Pilih satu aktivitas biasa dan buat sedikit lebih rapi. Dari situlah gaya hidup Kinda Chic akan terbentuk secara alami.





