Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

nikmatullah.com – Pemilihan jurusan kuliah pada tahun 2026 menjadi keputusan penting yang akan memengaruhi arah karir di tahun 2027 dan tahun-tahun berikutnya. Banyak calon mahasiswa yang cenderung memilih jurusan yang populer dan banyak peminatnya karena dianggap memiliki prospek yang jelas. Namun, terdapat fenomena yang menarik pada tahun 2026 dan 2027, yaitu terdapat beberapa jurusan kuliah yang sepi peminat namun justru menawarkan peluang gaji yang besar dan kebutuhan tenaga kerja yang tinggi. Jurusan-jurusan tersebut kurang dilirik karena kurangnya informasi, stigma yang keliru, atau anggapan bahwa bidang tersebut sulit dan tidak menarik.

Jurusan sepi peminat bukan berarti tidak memiliki masa depan. Justru karena jumlah lulusan yang terbatas, persaingan di dunia kerja menjadi lebih rendah dan permintaan dari industri menjadi lebih tinggi. Perusahaan bersedia memberikan gaji yang besar bagi lulusan yang memiliki keahlian spesifik yang sulit ditemukan di pasaran. Oleh karena itu, memahami jurusan-jurusan yang sepi peminat namun memiliki gaji besar menjadi strategi yang cerdas bagi calon mahasiswa yang ingin memiliki karir yang stabil dan penghasilan yang menjanjikan di tahun 2027.

1. Jurusan Teknik Perkapalan, Teknik Geofisika, dan Teknologi Pangan

Jurusan Teknik Perkapalan menjadi salah satu jurusan yang sepi peminat pada tahun 2026, namun memiliki peluang gaji yang besar di tahun 2027. Indonesia sebagai negara maritim membutuhkan banyak tenaga ahli di bidang perkapalan untuk mendukung industri pelayaran, galangan kapal, dan logistik laut. Lulusan Teknik Perkapalan dapat bekerja sebagai desainer kapal, manajer produksi galangan, atau konsultan maritim dengan gaji awal yang berkisar antara Rp8.000.000 sampai Rp15.000.000 per bulan, tergantung pada perusahaan dan lokasi kerja.

Jurusan Teknik Geofisika juga termasuk jurusan yang sepi peminat namun memiliki prospek gaji yang tinggi. Lulusan Teknik Geofisika dibutuhkan di industri energi, pertambangan, dan mitigasi bencana. Keahlian dalam menganalisis struktur bumi, eksplorasi sumber daya alam, dan pemetaan seismik sangat dicari oleh perusahaan energi dan lembaga penelitian. Gaji awal lulusan Teknik Geofisika pada tahun 2027 diperkirakan berkisar antara Rp9.000.000 sampai Rp18.000.000 per bulan, terutama bagi yang bekerja di perusahaan energi dan pertambangan.

Jurusan Teknologi Pangan juga menjadi jurusan yang sering dianggap sepele, padahal memiliki peluang yang besar. Industri makanan dan minuman pada tahun 2026 dan 2027 terus berkembang pesat seiring dengan meningkatnya kesadaran akan makanan sehat dan aman. Lulusan Teknologi Pangan dapat bekerja sebagai quality control, research and development, atau manajer produksi di perusahaan makanan dengan gaji awal Rp7.000.000 sampai Rp13.000.000 per bulan. Selain itu, lulusan Teknologi Pangan juga memiliki peluang untuk membuka usaha sendiri di bidang produk makanan olahan.

Ketiga jurusan tersebut memiliki kesamaan, yaitu membutuhkan ketelitian, kemampuan analisis yang baik, serta minat terhadap sains dan teknologi. Meskipun jumlah peminatnya tidak sebanyak jurusan manajemen atau komunikasi, kebutuhan industri terhadap lulusan tersebut terus meningkat.

2. Jurusan Aktuaria, Statistika, dan Kehutanan

Jurusan Aktuaria merupakan jurusan yang sangat sepi peminat karena dianggap sulit dan penuh dengan perhitungan matematika yang kompleks. Namun, pada tahun 2027, profesi aktuaris menjadi salah satu profesi dengan gaji tertinggi di Indonesia. Aktuaris dibutuhkan oleh perusahaan asuransi, perbankan, dan lembaga keuangan untuk menghitung risiko, premi, dan strategi keuangan. Gaji awal seorang aktuaris junior pada tahun 2027 dapat mencapai Rp10.000.000 sampai Rp20.000.000 per bulan, dan akan terus meningkat seiring dengan sertifikasi profesional yang dimiliki.

Jurusan Statistika juga termasuk jurusan yang sepi peminat namun memiliki peluang besar di era data. Pada tahun 2026 dan 2027, hampir semua industri membutuhkan ahli data untuk menganalisis perilaku konsumen, mengoptimalkan operasional, dan membuat keputusan berbasis data. Lulusan Statistika dapat bekerja sebagai data analyst, data scientist, atau business analyst dengan gaji awal Rp8.000.000 sampai Rp16.000.000 per bulan. Keahlian dalam mengolah data, menggunakan perangkat lunak statistik, dan menyajikan informasi secara visual menjadi nilai tambah yang sangat dicari.

Jurusan Kehutanan sering kali dipandang sebelah mata karena dianggap hanya bekerja di hutan dan jauh dari perkotaan. Padahal, lulusan Kehutanan memiliki peluang karir yang luas di bidang konservasi, manajemen hutan lestari, sertifikasi kayu, dan industri kertas. Pada tahun 2027, isu keberlanjutan dan lingkungan menjadi perhatian utama perusahaan global, sehingga kebutuhan akan ahli kehutanan meningkat. Gaji awal lulusan Kehutanan berkisar antara Rp6.000.000 sampai Rp12.000.000 per bulan, dengan peluang untuk bekerja di perusahaan multinasional, lembaga swadaya masyarakat, dan instansi pemerintah.

Laporan proyeksi kebutuhan tenaga kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2025 menyebutkan, profesi yang berkaitan dengan analisis data, manajemen risiko, dan keberlanjutan lingkungan termasuk dalam sepuluh profesi yang paling dibutuhkan hingga tahun 2027, namun jumlah lulusannya masih terbatas sehingga tingkat persaingan relatif rendah dan penawaran gaji cenderung tinggi.

3. Jurusan Teknik Nuklir, Astronomi, dan Oseanografi

Jurusan Teknik Nuklir menjadi salah satu jurusan yang paling sepi peminat di Indonesia karena hanya tersedia di beberapa perguruan tinggi dan dianggap memiliki risiko tinggi. Padahal, lulusan Teknik Nuklir tidak hanya bekerja di pembangkit listrik tenaga nuklir, tetapi juga di bidang medis, industri, dan penelitian. Keahlian dalam pemanfaatan radiasi untuk pengobatan, sterilisasi alat medis, dan pengujian material industri sangat dibutuhkan. Gaji awal lulusan Teknik Nuklir pada tahun 2027 diperkirakan mencapai Rp9.000.000 sampai Rp18.000.000 per bulan, terutama bagi yang bekerja di rumah sakit besar, industri, dan lembaga penelitian.

Jurusan Astronomi juga termasuk jurusan yang sepi peminat namun memiliki keunikan tersendiri. Lulusan Astronomi tidak hanya menjadi astronom, tetapi juga dapat bekerja sebagai peneliti, pengajar, analis data satelit, dan staf di lembaga antariksa. Pada tahun 2027, perkembangan teknologi satelit dan eksplorasi ruang angkasa membuka peluang baru bagi lulusan Astronomi. Gaji awal berkisar antara Rp7.000.000 sampai Rp14.000.000 per bulan, dengan peluang untuk melanjutkan studi dan penelitian di luar negeri.

Jurusan Oseanografi merupakan jurusan yang mempelajari lautan, mulai dari fisika laut, kimia laut, biologi laut, hingga dinamika pesisir. Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan banyak ahli oseanografi untuk mendukung industri perikanan, pelayaran, energi laut, dan mitigasi bencana pesisir. Lulusan Oseanografi dapat bekerja sebagai peneliti kelautan, konsultan lingkungan pesisir, atau analis data kelautan dengan gaji awal Rp7.000.000 sampai Rp13.000.000 per bulan.

Ketiga jurusan tersebut memang membutuhkan minat yang kuat terhadap sains dan penelitian, namun memberikan peluang karir yang unik dan tidak banyak pesaing. Lulusan dari jurusan-jurusan tersebut sering kali memiliki kesempatan untuk bekerja di lembaga internasional dan melanjutkan studi dengan beasiswa.

Publikasi pendidikan tinggi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2025 menjelaskan, jurusan-jurusan sains murni dan teknik spesifik yang sepi peminat memiliki tingkat penyerapan kerja yang tinggi karena kebutuhan industri yang terus meningkat, terutama di sektor energi, kelautan, dan teknologi, sementara jumlah lulusan yang tersedia masih terbatas.

Kesimpulan

Jurusan kuliah sepi peminat tapi gaji besar di tahun 2027, seperti Teknik Perkapalan, Teknik Geofisika, Teknologi Pangan, Aktuaria, Statistika, Kehutanan, Teknik Nuklir, Astronomi, dan Oseanografi, membuktikan bahwa popularitas jurusan tidak selalu menentukan besarnya penghasilan dan stabilitas karir. Justru karena jumlah lulusan yang terbatas, persaingan menjadi lebih rendah dan perusahaan bersedia memberikan gaji yang tinggi bagi tenaga ahli yang memiliki keahlian spesifik. Pemilihan jurusan sebaiknya didasarkan pada minat, kemampuan, dan prospek jangka panjang, bukan hanya karena banyak peminatnya.

Informasi yang tepat, persiapan yang matang, dan kemauan untuk mempelajari bidang yang spesifik, calon mahasiswa dapat memilih jurusan yang sepi peminat namun memberikan peluang karir yang menjanjikan, gaji yang besar, dan kontribusi yang nyata bagi pembangunan Indonesia di tahun 2027 dan masa mendatang.